Kamis, 10 Desember 2020

RHEUMATOID ARTHRITIS

 

RHEUMATOID ARTHRITIS

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit kronis multisystem akibat gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi persendian ditangan dan kaki, dan belum diketahui penyebabnya. Pada rheumatoid arthritis, system kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri, termasuk sendi. Dalam kasus yang parah, ia menyerang organ dalam seperti sitem pencernaan pada intestine. Rheumatoid arthritis memengaruhi lapisan sendi dan akan menyebabkan pembekakan yang menyakitkan. Radang sendi ini menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku. Wanita lebih sering mengalami Rheumatoid Arthritis, terutama yang berusia antara 40 hingga 60 tahun, dan biasanya terjadi simetris pada sendi yang sama dikedua sisi tubuh.

FACTOR-FAKTOR RISIKO

·         Jenis kelamin, wanita beresiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria.

·         Usia, dapat terjadi paa usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada usia 40-60 tahun.

·         Riwayat keluarga, jika orangtua, saudara kandung, paman, bibi, atau kakek dan nenek terkena penyakit rematik, maka beresiko tinggi untuk mengalaminya juga

GEJALA RHEUMATOID ARTHRITIS

Gejala paling khas dari rheumatoid arthritis adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang biasanya memburuk dipagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak dan terasa hangat ketika disentuh. Gejala lain Rheumatoid Arthritis adalah lemas, lesu, tidak bertenaga, nafsu makan menurun drastic dan demam.

PENGOBATAN

Rematik masih belum ada obatnya. Pengobatan rematik memiliki dua target:

1.      Mengurangi radang, menghindari kerusakan sendi, dan kecatatan

2.      Mengurangi gejala, terutama nyeri

Pengobatan rematik adalah dengan menggunakan:

·         DMARDs

Menghentikan dan menghambat perkembangan rematik sehingga menghindari kerusakan atau kecatatan sendi. Efek DMARD baru terlihat setelah 2-3 bulan. Oleh karena itu, sebelum ada efeknya, kemungkinan digabung dengan obat anti radang atau anti nyeri untuk menghilangkan nyeri dan bengkak.

Contoh :

ü  Metotreksat

Dosis awal 7,5-15 mg perminggu. Efek terlihat setelah 2 minggu-6 bulan

ü  Sulfasalazin

Dosis awal 500 mg sehari dua kali, secara bertahap menjadi 2-3 gram perhari dalam 2-4 dosis terbagi. Efek terlihat setelah 1-3 bulan.

ü  Hidroksiklorokin

Dosis 200-300 mg sehari dua kali. Efek terlihat setelah 2-6 bulan

·         Glukokortikoid

Steroid yang memiliki sifat anti radang yang kuat. Bisa mengurangi gejala dan dapat menghambat atau mengurangi kerusakan sendi. Obat ini memiliki efek samping sehingga hanya bisa digunakan dengan aman selama beberapa minggu atau bulan. Penghentian glukokortikoid harus secara bertahap karena penghentian secara sekaligus bisa berbahaya.

Contoh :

ü  Prednisone

ü  Prednisolon

ü  Betametason

·         NSAIDs / AINS

Mengurangi bengkak dan nyeri pada rematik tetapi tidak menghambat kerusakan sendi sehingga tidak untuk digunakan secara tunggal. Efek samping NSAIDs / AINS yang umum adalah sakit perut, pendarahan lambung.

Contoh :

ü  Ibuprofen

ü  Naproxen

ü  Ketoprofen

ü  Piroksikam

ü  Diklofenak

·         Analgetik atau pereda nyeri

Untuk mengatasi rasa nyeri tetapi tidak mengurangi bengkak atau kerusakan sendi.

Contoh :

ü  Parasetamol

ü  Tramadol

ü  Kodein

ü  Opiod, DLL

METOTREKSAT

FARMAKODINAMIK

Farmakodinamik methotrexate adalah menghambat enzim dihidrofolat reductase, dimana enzim ini berfungsi untuk merubah asam dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat yang digunakan sebagai pembawa gugus satu karbon sintesis nukleotida purin dan timidilat pada proses sintesis, perbaikan, dan replikasi sel DNA. Oleh karena itu, methotrexate memiliki efek antimetabolit yang sensitif pada sel-sel yang aktif berproliferasi, misalnya pada sel keganasan, sel sumsum tulang, sel janin, sel mukosa bukal dan usus, serta sel kandung kemih. Saat proliferasi sel keganasan dalam jaringan lebih besar daripada di jaringan normal, methotrexate dapat mengganggu pertumbuhan sel ganas tersebut tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan normal.

FARMAKOKINETIK

·         Absorpsi

Pada orang dewasa, penyerapan methotrexate secara oral tergantung pada dosis. Level serum puncak dicapai dalam waktu 1-2 jam. Pemberian dosis 30 mg/m2 atau kurang, metotreksat secara umum diserap baik dengan bioavailabilitas rata-rata sekitar 60%. Penyerapan lebih sedikit secara signifikan pada pemberian dosis >80 mg/m2, hal ini mungkin karena efek saturasi.

·         Distribusi

Methotrexate setelah pemberian intravena, volume awal yang didistribusikan sekitar 0,18 L/kg (18% dari berat badan). Kemudian, volume tetap distribusi methotrexate adalah sekitar 0,4 hingga 0,8 L/kg (40-80% dari berat badan). Pada konsentrasi serum yang lebih besar dari 100 mikromolar, difusi pasif menjadi jalur utama untuk mencapai konsentrasi intraseluler yang efektif. Methotrexate dalam serum terikat pada protein sekitar 50%, dan dapat digeser oleh berbagai senyawa lain termasuk sulfonamida, salisilat, tetrasiklin, kloramfenikol, dan fenitoin. Metotreksat tidak menembus sawar darah serebrospinal dalam jumlah terapeutik ketika diberikan secara oral atau parenteral. Konsentrasi obat CSF yang tinggi dapat dicapai oleh pemberian secara intratekal.

·         Metabolisme

Metabolisme methotrexate terjadi di hepar dan intraseluler, diubah menjadi bentuk poliglutamat yang dapat dikonversi kembali menjadi metotreksat oleh enzim hidrolase. Methotrexate poliglutamat dalam jumlah kecil akan menetap di dalam jaringan pada waktu lama, dan berbeda di tiap jaringan. Hal Itu menyebabkan drug of action dan retensi obat bervariasi pada tiap sel, jaringan, dan jenis tumor. Metotreksat per oral sebagian dimetabolisme oleh flora usus.

·         Waktu paruh

Waktu paruh methotrexate adalah 3-10 jam pada pengobatan psoriasis, rheumatoid arthritis, atau antineoplastik dosis rendah <30 mg/m2. Sedangkan pada pemberian metotreksat dosis tinggi, waktu paruh dapat mencapai 8-15 jam.

·         Ekskresi

Ekskresi methotrexate terutama melalui ginjal. Pada pemberian intravena, 80-90% dari dosis obat tanpa metabolisme akan diekskresikan dalam waktu 24 jam. Sedangkan ekskresi melalui empedu hanya <10% dari dosis.

·         Resistensi

Resistensi methotrexate pada pengobatan osteosarkoma disebabkan mekanisme umum resistensi intrinsik, yaitu frekuensi penggunaan yang tinggi menyebabkan penurunan ekspresi Reduced Folate Carrier (RFC) sehingga terjadi gangguan transportasi methotrexate. Sedangkan resistensi pada metastasis paru mungkin karena peningkatan Dihydrofolate Reductase (DHFR) sehingga terjadi perbedaan lesi primer dan metastasis itu sendiri.

PIROKSIKAM

FARMAKODINAMIK

Piroxicam merupakan derivat oksikam OAINS yang secara reversibel menghambat enzim siklooksigenase-1 dan siklooksigenase-2 (COX-1 dan COX-2). Hal ini akan menyebabkan berkurangnya pembentukan prekursor prostaglandin, yang merupakan mediator inflamasi yang mensensitisasi saraf aferen dan meningkatkan potensi aksi bradikinin dalam menginduksi nyeri.

FARMAKOKINETIK

·         Absorpsi

Piroxicam dapat diserap baik dengan pemberian secara oral. Setelah itu, obat ini akan mengalami sirkulasi enterohepatik. Konsentrasi puncak plasma dapat tercapai dalam 2 hingga 4 jam. Konsumsi bersamaan dengan makanan akan menunda penyerapan, sehingga kerja obat dalam mengatasi penyakit osteoarthritis dan rheumatoid arthritis menjadi kurang efektif.

·         Distribusi

Setelah proses absorpsi, sekitar 99% piroxicam akan berikatan dengan protein plasma dengan volume distribusi 0,14 L/kg.

·         Metabolisme

Metabolisme piroxicam terjadi melalui hidroksilasi pada rantai samping cincin piridil, konjugasi oleh siklodehidrasi, dan dengan lanjutan reaksi yang mencakup hidrolisis ikatan amida, dekarboksilasi, ring contraction, dan N-demethylation.

·         Waktu paruh

Waktu paruh piroxicam cukup panjang, yakni sekitar 30-86 jam. Piroxicam diekskresikan dua kali lebih banyak pada urine dibandingkan pada feses, dimana kurang dari 5% obat diekskresikan dalam urine dalam bentuk tidak diubah.

PERMASALAHAN

1.      Mengapa DMARD membutuhkan waktu yang lama dalam mencapai efek terapinya? yaitu baru terlihat setelah 2-3 bulan

2.      Mengapa penghentian glukokortikoid secara sekaligus bisa berbahaya. Apa efek samping yang dihasilkan jika dihentikan secara sekaligus!

3.      Jelaskan mengapa dalam metabolime metotrekstat dalam jumlah kecil akan menetap dalam jaringan pada waktu yang lama ?

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, D. 2013. Pengobatan Mandiri, Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Zubaili, M., A. Jayanti., A. Rahmi dan W. Akbar. 2019. Asmara : Ayo Sehat Bersama Lansia, Syiah Kuala University Press, Banda Aceh.

11 komentar:

  1. Terimakasih,artikelnya menarik dan akhirnya saya bisa mendapatkan materi untuk belajar menambah wawasan

    BalasHapus
  2. Terimakasih kakak telah memberikan artikel yang sangat jelas dan semoga berguna untuk orang banyaj

    BalasHapus
  3. Terimakasih kak artikelnya menambah wawasan saya sehingga bisa lebih mengenal penyakit rheumatoid ini

    BalasHapus
  4. Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻

    BalasHapus
  5. Artikel nya sangat membantu dan mudah dipahami

    BalasHapus

RHEUMATOID ARTHRITIS

  RHEUMATOID ARTHRITIS Rheumatoid Arthritis adalah penyakit kronis multisystem akibat gangguan inflamasi kronis yang memengaruhi persend...