HEMATOLOGI I “Pembekuan Darah dan
Antikoagulansia”
Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang
mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Beberapa penyakit
yang diatasi oleh bidang kedokteran hematologi termasuk anemia, gangguan
pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia dan leukemia. Dalam hematologi,
diketahui gangguan darah biasanya terjadi karena adanya penyakit, efek samping
obat-obatan, dan kekurangan nutrisi tertentu dalam asupan makanan sehari-hari. Perawatan
yang diperlukan untuk penyakit darah bervariasi, tergantung pada kondisi darah
dan tingkat keparahannya, begitu pula dengan perjalanan penyakitnya yang bias berbeda-beda.
System hematologi tersusun atas darah dan tempat
darah diproduksi, termasuk sumsum tulang dan nodus limpa. Darah terdiri atas 2
komponen utama, yaitu sebagai berikut:
1. Plasma darah
Bagian
cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan protein darah.
2. Butir-butir darah, yang
terdiri atas komponen-komponen berikut ini
·
Eritrosit
(sel darah merah)
·
Leukosit
(sel darah putih)
·
Trombosit
(butir pembekuan darah)
ERITROSIT (Sel Darah Merah)
Ø Struktur eritrosit
Sel
darah merah merupakan cairan bikonkaf dengan diameter sekitar 7 mikron.
Bikonkavitas memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel secara cepat
dengan jarak yang pendek antara membrane dan inti sel. Warnanya kuning
kemerah-merahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut
hemoglobin.
Sel
darah merah tidak memiliki inti sel, mitokondria dan ribosom, serta tidak dapat
bergerak. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, fosforilasi oksidatif sel atau
pembentukan protein.
Ø Lama hidup
Eritrosit
hidup selama 74-154 hari. Pada usia ini system enzim mereka gagal, membrane sel
berhenti berfungsi dengan adekuat dan sel ini dihancurkan oleh sel system retikulo
endothelial.
Ø Jumlah eritrosit
Jumlah
normal pada orang dewasa kira-kira 11,5-15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb
wanita 11,5 mg% dan Hb laki-laki 13,0 mg%
Ø Sifat-sifat eritrosit
v Normositik : sel yang
ukurannya normal
v Normokromik : sel dengan
jumlah hemoglobin yang normal
v Mikrositik : sel yang
ukurannya terlalu kecil
v Makrositik : sel yang
ukurannya terlalu besar
v Hipokromik : sel yang
jumlah hemoglobinnya terlalu sedikit
v Hiperkromik : sel yang
jumlah hemoglobinnya terlalu banyak
Ø Antigen sel darah merah
Sel
darah merah memiliki bermacam-macam antigen spesifik yang terdapat di membrane selnya
dan tidak ditemukan di sel lain. Antigen-antigen itu adalah A, B, O dan Rh.
Ø Penghancuran sel darah
merah
Proses
penghancuran eritrosit terjadi karena proses penuaan dan proses patologis. Hemolisis
yang terjadi pada eritrosir akan mengakibatkan terurainya komponen-komponen
hemoglobin menjadi dua komponen sebagai berikut.
v Komponen protein, yaitu
globin yang akan dikembalikan ke pool protein dan dapat digunakan kembali
v Komponen heme akan dipecah
menjadi dua, yaitu :
-
Besi
yang akan dikembalikan ke pool besi dan digunakan ulang
-
Bilirubin
yang akan diekskresikan melalui hati dan empedu
LEUKOSIT (Sel Darah Putih)
Ø Struktur leukosit
Bentuknya
dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia),
mempunyai bermacam-macam inti sel, sehingga dapat dibedakan menurut inti selnya
serta warnanya bening. Sel darah putih dibentuk di sumsum tulang dari sel-sel
bakal. Jenis-jenis dari golongan sel ini adalah golongan yang tidak bergranula,
yaitu limfosit T dan B, monosit dan makrofag, serta golongan yang bergranula
yaitu eosinofil, basofil dan neutrofil.
Ø Fungsi sel darah putih
v Sebagai serdadu tubuh
v Sebagai pengangkut
Ø Jenis-jenis sel darah putih
v Agranulosit
v Granulosit
v Limfosit T
v Limfosit B
Ø Jumlah sel darah putih
Pada
orang dewasa, jumlah sel darah putih total 4,0-11,0x109/l yang
terbagi sebagai berikut
v Neutrofil 2,5-7,5x109
v Eosinofil 0,04-0,44x109
v Basofil 0-0,10x109
v Limfosit 1,5-3,5x109
v Monosit 0,2-0,8x109
TROMBOSIT (Keping Darah)
Ø Struktur trombosit
Trombosit
adalah bagian dari beberapa sel-sel besar dalam sumsum tulang yang berbentuk
cakram bulat, oval, bikonveks, tidak berinti dan hidup sekitar 10 hari.
Ø Jumlah trombosit
Jumlah
trombosit antara 150 dan 400x109/l (150.000-400.000/milliliter),
sekitar 30-40% terknsentrasi didalam limfa dan sisanya bersikulasi dalam darah
Ø Fungsi trombosit
Trombosit
berperan penting dalam pembentukan bekuan darah.
PEMBEKUAN
DARAH
Pembekuan adalah esensial,
bagian perlindungan hemostasis yang mencegah kehilangan darah bila suatu
pembuluh rusak. Hemostasis mengacu pada penghentian pendarahan. Pembekuan adalah
kemampuan darah untuk berubah dari cair menjadi masa semi padat. Pembekuan ini
melibatkan perubahan fibrinogen, makrofag yang dapat larut yang terdiri dari
rantai-rantai polipeptida, menjadi monomer fibrin dengan kerja thrombin enzim
proteolitik.
Homeostatis, berhentinya
pendarahan atau berlangsungnya sirkulasi darah, sering dibagi dalam empat
kejadian utama:
1. Vasokonstriksi
2. Pembentukan plak trombosit
hemostatik
3. Koagulasi darah
4. Pembentukan berkuan
MEKANISME
PEMBEKUAN DARAH
Setelah hemostatis mulai,
aktivasi berurutan dari factor pembekuan darah terjadi. Interaksi dari factor-faktor
ini menyebabkan pembentukan bekuan padat, yang menjamin pencegahan kehilangan
darah dalam kasus robekan vascular. Dapat terjadi pembekuan dalam system vascular
atau pada endothelium jantung yang rusak sering menyebabkan masalah sirkulasi
mayor.
Tiga reaksi dasar merupakan cara berurutan
untuk pembekuan darah
1. Aktivator protrombin
dibentuk oleh cara intrinsik atau ekstrinsik dalam berespons pada keruskan
jaringan atau endotel
2. Activator protrombin
mengkatalis perubahan protrombin menjadi thrombin
3. Thrombin mengkatalis perubahan
fibrinogen yang dapat larut menjadi benang-benang polimer fibrin padat. Benang-benang
fibrin ini membentuk jarring-jaring dimana plasma, sel-sel darah dan trombosit
menempel untuk membuat bekuan
ANTIKOAGULAN
Obat antikoagulan digunakan
untuk mencegah pembekuan darah dengan jalam menghambat pembentukan atau
menghambat fungsi beberapa factor pembekuan darah. Antikoagulan diperlukan
untuk menghambat pembentukan fibrin, mencegah terbentuknya arterial thrombosis
sehingga tidak terjadi perluasan thrombus dan emboli, maupun untuk mencegah
bekunya darah diluar tubuh pada pemeriksaan laboratorium atau transfuse.
Antikoagulan
terbagi menjadi 4 golongan berdasarkan fungsinya dalam menghambat fungsi
protein yang berperan dalam proses penggumpalan darah. Keempat golongan
tersebut yaitu :
1.
Warfarin
jenis antikoagulan
coumarin yang bekerja dengan menghambat kerja vitamin
K didalam darah.
2.
Penghambat faktor Xa
jenis obat antikoagulan
yang bekerja dengan menghambat kerja faktor
Xa.
3. Penghambat
Thrombin
golongan obat
antikoagulan yang berfungsi mencegah aktivasi
thrombin.
4.
Heparin
jenis obat antikoagulan
yang berperan dalam menghambat thrombin dan faktor Xa.
FARMAKODINAMIK WARFARIN
Efek antikoagulan dari warfarin berasal dari
inhibisi interkonversi siklik vitamin K di liver. Bentuk vitamin K yang
tereduksi dibutuhkan untuk karboksilasi faktor II, VII, IX, dan X sehingga
faktor-faktor koagulasi ini menjadi bentuk aktif. Maka, tanpa vitamin K
tereduksi, faktor-faktor di atas tidak dapat berfungsi sebagai faktor koagulan.
Warfarin mengintervensi konversi vitamin K menjadi bentuk yang tereduksi,
sehingga warfarin secara tidak langsung mengurangi jumlah faktor-faktor koagulasi
tersebut. Dosis terapeutik warfarin mengurangi jumlah faktor koagulan bentuk
aktif tergantung vitamin K yang diproduksi oleh liver mencapai hingga
30%-50%.
FARMAKOKINETIK WARFARIN
-
Absorpsi
Warfarin diabsorpsi
melalui rute oral dan membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapai konsentrasi
puncak. Warfarin di absorpsi secara cepat dan komplit. Efek antikoagulasi
terjadi dalam 24 jam hingga 72 jam setelah administrasi, waktu puncak efek
terapeutik terlihat dalam 5-7 hari setelah terapi inisiasi. Namun, hasil INR
sudah ditemukan meningkat dalam 36-72 jam setelah terapi inisiasi. Hal ini
terjadi pada terapi inisiasi serta perubahan dosis warfarin karena masih
bervariasinya waktu paruh faktor koagulasi yang beredar dalam sirkulasi darah.
Durasi satu dosis warfarin dapat bertahan hingga 2-5 hari.
-
Distribusi
Volume distribusi
warfarin adalah 0,14 liter/kg. Warfarin tidak didistribusikan ke dalam air
susu. Protein binding 99%.
-
Metabolisme
Warfarin terdiri dari
isomer S dan R yang dimetabolisme di liver oleh enzim mikrosomal hepatik
(sitokrom P-450) menjadi metabolit inaktif terhidroksilasi dan metabolit
tereduksi. Isomer S memiliki potensi efek yang lebih tinggi dari isomer R.
Isomer S dimetabolisme oleh enzim CYP2C9 dan isomer R dimetabolisme oleh
CYP1A2. Metabolit ini diekskresikan melalui urine, dan dalam jumlah sedikit
diekskresikan melalui cairan empedu.
-
Eliminasi
Ekskresi warfarin paling
utama lewat urine oleh filtrasi glomerular dalam bentuk metabolit (92%) dan
hanya sedikit yang dieksresikan dalam bentuk tidak diubah. Waktu paruh warfarin
efektif berkisar 20-60 jam, dengan rata-rata 40 jam.
DAFTAR
PUSTAKA
Abiding,Z.Z dan
F.Mardiyantoro.2020.Diagnosis dan Tata Laksana
Perdarahan Rongga Mulut,UB Press,Malang.
Handayani,W dan
H.A.Sulistyo.2008.Buku Ajar Asuhan
Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Hematologi,Selemba
Medika,Jakarta.
Tambayong,J.2002.Patofisiologi
Untuk Keperawatan,EGC,Jakarta.
PERMASALAHAN
1.
Apakah warfarin hanya dapat menghambat kerja dari vitamin
K didalam darah?
2. Apakah ada bantuan lain selain bantuan antikoagulasi untuk menyembuhkan pembekuan darah?misalnya sembuh secara alami. Jelaskan!!
3. Apa resiko yang akan terjadi jika penggunaan warfarin bersamaan dengan obat golongan kortikosteroid ?



Halo Sellya, saya akan menjawab pertanyaan no.1
BalasHapusperlu diketahui dahulu sebelumnya bahwa fungsi utama semua jenis vitamin K baik itu vitamin K1 (Phylloquinone) dan K2 (Menaquinone) adalah mengaktifkan protein yang berperan dalam pembekuan darah. sehingga kadar vitamin K yang meningkat dalam tubuh akan menghambat kerja dari obat warfarin untuk mengencerkan darah. Dari beberapa sumber referensi yang telah saya baca, mekanisme kerja Warfarin memang ditujukan hanya untuk menghambat Vitamin K saja di dalam darah sehingga diperlukan waktu yang lebih lama bagi darah untuk membeku.
Sangat bermanfaat
BalasHapusSangat menarik 👍
BalasHapusArtikelnya sangat menarik, dan tidak membosankan
BalasHapusArtikel nya sangat menarik
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusMenarik sekali,, jadi makin semangat belajarnya hihi
BalasHapusKeren bangett sih, parah sih
BalasHapusGatau lagi. Keren parah. Tengkyu sist
BalasHapus